سنن الدارقطني ٢٢٥٢: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُرْشِدٍ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا ذَرَعَ الصَّائِمَ الْقَيْءُ فَلَا فِطْرَ عَلَيْهِ وَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَإِذَا تَقَيَّأَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ». عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ لَيْسَ بِقَوِيٍّ
Sunan Daruquthni 2252: Ja'far bin Muhammad bin Mursyid menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Sa'id bin Abi Sa'id, dari kakeknya, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, "Jika seorang yang berpuasa muntah (tanpa sengaja), maka dia tidak harus berbuka dan tidak ada kewajiban mengqadha atas dirinya. Dan jika muntah dengan sengaja, maka dia wajib mengqadha." Abdullah bin Sa'id bukanlah orang yang kuat.
Sunan Daruquthmi Nomer 2252