سنن الدارقطني ٢٧٥٤: ثنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَطَّانُ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , عَنْ وَرْقَاءَ بْنِ عُمَرَ , عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ , قَالَ: قَالَ مُجَاهِدٌ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى , عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَآهُ وَقَمْلُهُ يَسْقُطُ عَلَى وَجْهِهِ وَهُوَ بِالْحُدَيْبِيَةِ , فَقَالَ لَهُ: «أَيُؤْذِيكَ هَوَامُّكَ؟» , قَالَ: نَعَمْ , فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَحْلِقَ وَهُوَ بِالْحُدَيْبِيَةِ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ أَنَّهُمْ يَحِلُّونَ بِهَا وَهُمْ عَلَى طَمَعٍ أَنْ يَدْخُلُوا مَكَّةَ , فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى الْفِدْيَةَ , فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يُطْعِمَ فَرَقًا بَيْنَ سِتَّةِ مَسَاكِينَ أَوْ يَهْدِي شَاةً أَوْ يَصُومَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ»
Sunan Daruquthni 2754: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan bin Al Qaththan memberitakan kepada kami. Yazid bin Harun memberitakan kepada kami. dari Warqa bin Umar. dari Ibnu Abi Najih, dia berkata. Mujahid berkata Abdurrahman bin Abi Laila menceritakan kepadaku. dari Ka'ab bin Ujrah. bahwa Nabi SAW melihatnya dan kutu rambutnya berjatuhan di atas wajahnya padahal dia masih berada di Al Hudaibiyah. Maka beliau bertanya kepadanya, "Apakah kutu yang ada dikepalamu itu mengganggumu?" dia menjawab. "Ya." Maka Rasulullah SAW menyuruhnya untuk mencukur rambutnya padahal dia berada di Al Hudaibiyah dan tidak menjelaskan kepada mereka. bahwa mereka bertahallul di tempat tersebut. padahal mereka sangat berkeinginan untuk masuk ke Makkah. Maka Allah Ta'ala menurunkan fidyah dan Rasulullah SAW menyuruhnya untuk memberi makan satu faraq (16 kati) kepada enam orang miskin. atau menyembelih seekor kambing atau berpuasa tiga hari.
Sunan Daruquthmi Nomer 2754