سنن الدارقطني ٣٦٩٥: وَنا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مِهْرَانَ السَّوَّاقُ , نا أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ غَالِبٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو , عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: «إِذَا تَزَوَّجَتِ الْحُرَّةُ عَلَى الْأَمَةِ قَسَمَ لَهَا يَوْمَيْنِ وَلِلْأَمَةِ يَوْمًا , إِنَّ الْأَمَةَ لَا يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تَزَوَّجَ عَلَى الْحُرَّةِ»
Sunan Daruquthni 3695: Ali bin Muhammad bin Mihran bin As-Sawwaq menceritakan kepada kami, Abu Yahya Muhammad bin Sa'id bin Ghalib menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id Al Umawi menceritakan kepada kami dari Hajjaj, dari Al Minhal bin Amr, dari Zirr bin Hubaisy, dari Ali RA, dia berkata, "Jika wanita merdeka dinikahi setelah budak sahaya, maka untuk jatah gilirannya, istri yang berstatus merdeka mendapat dua hari sedang yang berstatus budak sahaya memperoleh satu hari. Tidak boleh juga budak sahaya dinikahi setelah menikahi wanita merdeka."
Sunan Daruquthmi Nomer 3695