سنن الدارقطني ٣٦٨٨: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ أَبِي قِلَابَةَ , ص:430 عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «لِلْبِكْرِ سَبْعَةُ أَيَّامٍ , وَلِلثَّيِّبِ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ ثُمَّ يَعُودُ إِلَى نِسَائِهِ»
Sunan Daruquthni 3688: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami dengan cara dibaca di hadapannya, Hajib bin Walid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Perawan mempunyai hak jatah giliran selama tujuh hari (setelah dinikahi), sedangkan janda tiga hari setelah itu baru menggilir antar istrinya.?
Sunan Daruquthmi Nomer 3688