سنن الدارقطني ٤٠٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْمَرِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ النَّضْرِ بْنِ بَحْرٍ الْعَسْكَرِيُّ , وَغَيْرُهُمَا , قَالُوا: نا بَرَكَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يُوسُفُ بْنُ أَسْبَاطٍ , عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «جَعَلَ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ لِلْجُنُبِ ثَلَاثًا فَرِيضَةً». هَذَا بَاطِلٌ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا بَرَكَةُ , وَبَرَكَةُ هَذَا يَضَعُ الْحَدِيثَ , وَالصَّوَابُ حَدِيثُ وَكِيعٍ , الَّذِي كَتَبْنَاهُ قَبْلَ هَذَا مُرْسَلًا , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَنَّ الِاسْتِنْشَاقَ فِي الْجَنَابَةِ ثَلَاثًا , وَتَابَعَ وَكِيعًا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى وَغَيْرُهُ
Sunan Daruquthni 403: Abdul Baqi bin Qani' menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Ma'mari dan Ahmad bin An-Nadhr bin Bahr Al Askari serta yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Barakah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Asbath menceritakan kepada kami, dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Khalid bin Hadzdza‘ dari Abu Hurairah: "Bahwa Nabi SAW menjadikan berkumur dan beristinsyaq tiga kali sebagai kewajiban bagi yang junub." Ini batil. Tidak ada yang menyampaikannya selain Barakah. Padahal Barakah sering memalsukan hadits. Yang benar adalah hadits Waki' yang kami cantumkan sebelum ini secara mursal dari Ibnu Sirin: Bahwa Nabi SAW menyunnahkan (menganjurkan) istinsyaq tiga kali dalam mandi junub. Dan, Ubaidullah bin Musa serta yang lainnya memutaba'ah Waki'.
Sunan Daruquthmi Nomer 403