Hadits Sunan Daruquthmi

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

Kitab Thaharah (Bersuci)

بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
Larangan Menyentuh Al Quran Bagi Yang Berhadats

سنن الدارقطني ٤٤٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا وَكِيعٌ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْعَنْسِيِّ , عَنْ عَلْقَمَةَ , وَالْأَسْوَدِ , عَنْ سَلْمَانَ , «أَنَّهُ قَرَأَ بَعْدَ الْحَدَثِ». كُلُّهَا صِحَاحٌ

Sunan Daruquthni 440: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Yazid bin Mu'awiyah Al Absi, dari Alqamah dan Al Aswad, dari Salman: "Bahwa ia membaca (Al Qur'an) setelah berhadats." Semuanya shahih.

Sunan Daruquthmi Nomer 440