سنن الدارقطني ٤٣٣: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , ح وَثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالَا: نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ , حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ: «لَا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ»
Sunan Daruquthni 433: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami , Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Yahya bin Hamzah mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Daud, Az-Zuhri menceritakan kepadaku, dari Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa Rasulullah mengirim sebuah surat kepada warga Yaman, yang mana di dalamnya (disebutkan): "Tidak boleh menyentuh Al Qur?an kecuali orang yang telah suci.'
Sunan Daruquthmi Nomer 433