سنن الدارقطني ٨٠٤: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا خَلَّادُ بْنُ أَسْلَمَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ , عَنْ أَشْعَثَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ , قَالَ: «لَا تَكُونُ الْمَرْأَةُ مُسْتَحَاضَةً فِي يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ وَلَا ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ حَتَّى تَبْلُغَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ , فَإِذَا بَلَغَتْ عَشَرَةَ أَيَّامٍ كَانَتْ مُسْتَحَاضَةً»
Sunan Daruquthni 804: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Khallad bin Aslam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudhail mengabarkan kepada kami, dari Asy'ats, dari Al Hasan, dari Utsman bin Abu Al Ash, ia mengatakan, "Wanita mustahadhah tidak mungkin mengalaminya dalam satu, dua atau tiga hari hingga sepuluh hari, jika mencapai sepuluh hari, berarti ia mustahadhah."
Sunan Daruquthmi Nomer 804