سنن الدارقطني ٧٧٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , ثنا أَبُو كُرَيْبٍ , ثنا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ , قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ , «لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى ظَاهَرِ خُفَّيْهِ»
Sunan Daruquthni 772: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Hafsh bin Ghiyats menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Ishaq, dari Abd Khair, ia mengatakan, "Ali RA berkata, 'Seandainya agama itu diukur dengan pendapat (akal), tentulah bagian bawah khuff lebih utama untuk diusap. Sungguh aku telah menyaksikan Rasulullah SAW mengusap bagian atas khuffnya'."
Sunan Daruquthmi Nomer 772