سنن الدارقطني ٨٠١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا أَبُو زُرْعَةَ الدِّمَشْقِيُّ , قَالَ: رَأَيْتُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ يُنْكِرُ حَدِيثَ الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ هَذَا , وَسَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ , يَقُولُ: لَوْ كَانَ هَذَا صَحِيحًا لَمْ يَقُلِ ابْنُ سِيرِينَ: اسْتُحِيضَتْ أُمُّ وَلَدٍ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَأَرْسَلُونِي أَسْأَلُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Sunan Daruquthni 801: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Abu Zur'ah AdDimasyqi mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, "Aku melihat Ahmad bin Hanbal mengingkari hadits Al Jald bin Ayyub ini, dan aku mendengar Ahmad bin Hanbal mengatakan, 'Seandainya ini shahih, tentu Ibnu Sirin tidak akan mengatakan, 'Umrau Walad Anas bin Malik mengalami istihadhah, lalu ia mengutusku untuk menanyakan kepada Ibnu Abbas RA'."
Sunan Daruquthmi Nomer 801