سنن الدارقطني ٨٠٢: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ رَشِيقٍ , نا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ , ثنا ابْنُ حِسَابٍ , ثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , قَالَ: ذَهَبْتُ أَنَا وَجَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ إِلَى الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ فَحَدَّثَنَا بِهَذَا الْحَدِيثِ , فِي الْمُسْتَحَاضَةِ «تَنْتَظِرُ ثَلَاثًا , خَمْسًا , سَبْعًا , عَشْرًا» , فَذَهَبْنَا نُوِفِقُهُ , فَإِذَا هُوَ لَا يَفْصِلُ بَيْنَ الْحَيْضِ وَالِاسْتِحَاضَةِ
Sunan Daruquthni 802: Al Hasan bin Rasyiq menceritakan kepada kami, Ali bin Sa'id mengabarkan kepada kami, Ibnu Hisab menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, ia mengatakan, "Aku dan Jarir bin Hazim pergi menemui Al Jald bin Ayyub, lalu ia menceritakan kepada kami hadits ini tentang wanita mustahadhah, 'Wanita itu menunggu selama tiga, lima, tujuh dan sepuluh (hari).' Lalu kami menilainya mauquf, namun ternyata ia tidak membedakan antara haid dan istihadhah."
Sunan Daruquthmi Nomer 802