سنن الدارقطني ١٠٥١: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ , حَدَّثَكُمْ دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ أَوْ سَفَرٍ فَأَصَابَنَا غَيْمٌ فَتَحَيَّرْنَا فَاخْتَلَفْنَا فِي الْقِبْلَةِ فَصَلَّى كُلُّ رَجُلٍ مِنَّا عَلَى حِدَةٍ وَجَعَلَ أَحَدُنَا يَخُطُّ بَيْنَ يَدَيْهِ لِنَعْلَمَ أَمْكِنَتَنَا , فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَأْمُرْنَا بِالْإِعَادَةِ , وَقَالَ: «قَدْ أَجْزَأَتْ صَلَاتُكُمْ». كَذَا قَالَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ وَقَالَ غَيْرُهُ: عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعَرْزَمِيِّ عَنْ عَطَاءٍ وَهُمَا ضَعِيفَانِ
Sunan Daruquthni 1051: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Daud bin Amr menyampaikan kepada kalian: Muhammad bin Yazid Al Wasithi mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Salim, dari 'Atha‘ dari Jabir, ia menuturkan, "Kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan -atau safar-, lalu kami mengalami gelap karena gumpalan awan sehingga tidak tahu arah, maka kami pun berbeda pendapat mengenai arah kiblat, sehingga masing-masing orang dari kami melaksanakan shalat sesuai dengan perkiraannya. Lalu salah seorang dari kami membuat garis dengan tangannya untuk mengetahui tempat kami. Kemudian hal itu kami ceritakan kepada Nabi SAW, namun beliau tidak menyuruh kami untuk mengulangi, bahkan beliau bersabda, 'Shalat kalian sudah sah'." Demikian juga yang dikemukakannya dari Muhammad bin Salim. Sementara yang lainnya menyebutkan dari Muhammad bin Yazid, dari Muhammad bin Ubaidullah Al Arzami, dari 'Atha‘ keduanya lemah.
Sunan Daruquthmi Nomer 1051