Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١١٠١: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي النَّضْرِ، مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ، أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ أَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ أَهْلِهِ مَاذَا عَلَيْهِ؟ فَإِنْ عِنْدِي ابْنَتَهُ وَأَنَا أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَهُ، قَالَ الْمِقْدَادُ: فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِذَا وَجَدَ ذَلِكَ، فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ، وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: مَاتَ الْمِقْدَادُ بْنُ الأَسْوَدِ بِالْجُرُفِ سَنَةَ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ. وَمَاتَ سُلَيْمَانُ بْنُ يَسَارٍ سَنَةَ أَرْبَعٍ وَتِسْعِينَ، وَقَدْ سَمِعَ سُلَيْمَانُ بْنُ يَسَارٍ الْمِقْدَادَ وَهُوَ ابْنُ دُونِ عَشْرِ سِنِينَ.
Shahih Ibnu Hibban 1101: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Abu An-Nadhr maula Umar bin Ubaidullah, dari Sulaiman bin Yasar, dari Al Miqdad bin Al Aswad, bahwasanya Ali bin Abu Thalib menyuruhnya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang seorang laki-laki yang mendekati istrinya (lalu keluar madzi dari kemaluannya), apakah yang harus ia perbuat (mandi ataukah wudhu saja)? Karena istriku adalah putri beliau, sehingga aku merasa malu bertanya (langsung) kepada beliau. Al Miqdad berkata: Maka aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang hal tersebut. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda, “Apabila (salah seorang dari kalian) mendapatkan madzi tersebut, maka hendaklah ia mencuci kemaluannya, dan berwudhulah sebagaimana ia berwudhu untuk shalat.”12 1:78 Abu Hatim berkata, “Al Miqdad bin Al Aswad wafat di Juruf pada tahun 33 H sedangkan Sulaiman bin Yasar wafat pada tahun 94H. 13 Dan itu berarti, Sulaiman bin Yasar sungguh mendengar dari Al Miqdad pada saat ia berumur di bawah 10 tahun.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1101