Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١١٠٢: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ، حَدَّثَنِي الرُّكَيْنُ بْنُ الرَّبِيعِ الْفَزَارِيُّ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ قَبِيصَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ: كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِذَا رَأَيْتَ الْمَذْيَ فَاغْسِلْ ذَكَرَكَ، وَإِذَا رَأَيْتَ الْمَاءَ فَاغْتَسِلْ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: يُشْبِهُ أَنْ يَكُونَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ أَمَرَ الْمِقْدَادَ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ هَذَا الْحُكْمِ فَسَأَلَهُ وَأَخْبَرَهُ، ثُمَّ أَخْبَرَ الْمِقْدَادُ عَلِيًّا بِذَلِكَ، ثُمَّ سَأَلَ عَلِيٌّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمَّا أَخْبَرَهُ بِهِ الْمِقْدَادُ، حَتَّى يَكُونَا سُؤَالَيْنِ فِي مَوْضِعَيْنِ مُخْتَلِفَيْنِ، وَالدَّلِيلُ عَلَى أَنَّهُمَا كَانَا فِي مَوْضِعَيْنِ أَنَّ عِنْدَ سُؤَالِ عَلِيٍّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ بِالاِغْتِسَالِ عِنْدَ الْمَنِيِّ، وَلَيْسَ هَذَا فِي خَبَرِ الْمِقْدَادِ. يَدُلُّكُ هَذَا عَلَى أَنَّهُمَا غَيْرُ مُتَضَادَّيْنِ.
Shahih Ibnu Hibban 1102: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, Za’idah bin Qudamah menceritakan kepada kami, Ar-Rukain bin Ar- Rabi’ Al Fazari menceritakan kepadaku, dari Hushain bin Qabishah, 14 dari Ali bin Abu Thalib, ia berkata, “Aku adalah seorang yang sering mengeluarkan madzi, lalu aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau kemudian bersabda: “Apabila kamu melihat (mengeluarkan) madzi maka basuhlah kemaluanmu. Dan apabila kamu melihat (mengeluarkan) mani maka mandilah.”15 1:78 Abu Hatim berkata, “Ali bin Abu Thalib seakan-akan telah memerintahkan Al Miqdad untuk bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam prihal hukum ini (hukum keluar madzi) lalu Al Miqdad menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau memberitahukannya. Kemudian Al Miqdad mengabarkan kepada Ali tentang jawaban Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Selanjutnya Ali juga bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang prihal yang sama yang ditanyakannya lewat perantara Al Miqdad. Sehingga kedua pertanyaan itu sepertinya terjadi di dua tempat yang berbeda. Adapun dalil yang menunjukkan bahwa kedua pertanyaan tersebut terjadi di dua tempat yang berbeda adalah, bahwa pada pertanyaan Ali kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memerintahkan untuk mandi (junub) ketika keluar mani. Perintah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ini tidak ada pada khabar Al Miqdad. Sehingga dengan demikian, kedua hadits ini (Hadits tentang Ali menyuruh Al Miqdad untuk bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits tentang pertanyaan Ali langsung kepada Nabi SAW) bukanlah suatu hal yang kontradiksi. 16
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1102