Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١١١٢: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ، يَقُولُ: دَخَلْتُ عَلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَذَكَرْنَا مَا يَكُونُ مِنْهُ الْوُضُوءُ، فَقَالَ مَرْوَانُ: أَخْبَرَتْنِي بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ، أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ، فَلْيَتَوَضَّأْ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: عَائِذٌ بِاللَّهِ أَنْ نَحْتَجَّ بِخَبَرٍ رَوَاهُ مَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ وَذَوُوهُ فِي شَيْءٍ مِنْ كُتُبِنَا، لَأَنَّا لاَ نَسْتَحِلُّ الاِحْتِجَاجَ بِغَيْرِ الصَّحِيحِ مِنْ سَائِرِ الأَخْبَارِ، وَإِنْ وَافَقَ ذَلِكَ مَذْهَبَنَا، وَلاَ نَعْتَمِدُ مِنَ الْمَذَاهِبِ إِلاَّ عَلَى الْمُنْتَزَعِ مِنَ الآثَارِ، وَإِنْ خَالَفَ ذَلِكَ قَوْلَ أَئِمَّتِنَا.وَأَمَّا خَبَرُ بُسْرَةَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ، فَإِنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ سَمِعَهُ مِنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ، عَنْ بُسْرَةَ، فَلَمْ يُقْنِعْهُ ذَلِكَ حَتَّى بَعَثَ مَرْوَانُ شُرْطِيًّا لَهُ إِلَى بُسْرَةَ فَسَأَلَهَا، ثُمَّ آتَاهُمْ فَأَخْبَرَهُمْ بِمِثْلِ مَا قَالَتْ بُسْرَةُ، فَسَمِعَهُ عُرْوَةُ ثَانِيًا عَنِ الشُّرْطِيِّ، عَنْ بُسْرَةَ، ثُمَّ لَمْ يُقْنِعْهُ ذَلِكَ حَتَّى ذَهَبَ إِلَى بُسْرَةَ فَسَمِعَ مِنْهَا، فَالْخَبَرُ عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ بُسْرَةَ مُتَّصِلٌ لَيْسَ بِمُنْقَطِعٍ، وَصَارَ مَرْوَانُ وَالشُّرْطِيُّ كَأَنَّهُمَا عَارِيَتَانِ يَسْقُطَانِ مِنَ الإِسْنَادِ.
Shahih Ibnu Hibban 1112: Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazam, bahwa ia mendengar Urwah bin Az-Zubair berkata: Aku pernah masuk menemui Marwan bin Al Hakam lalu kami menceritakan sesuatu perihal wudhu. Maka Marwan berkata: Busrah binti Shafwan mengabarkan kepada saya, bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaknya ia berwudhu."30. 1:23 Abu Hatim RA berkata, “Kami berlindung kepada Allah SWT dari mengambil dalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Marwan bin Al Hakam dan menempatkannya pada sesuatu di kitab-kitab kami. Karena kami tidak akan melepas suatu dalil dengan yang bukan shahih dari seluruh hadits-hadits, sekalipun hadits tersebut sejalan dengan madzhab kami. Dan kami tidak akan berpegang kepada suatu madzhab kecuali jika madzhab tersebut melepaskan diri dari hadits-hadits tersebut, sekalipun hal itu bertentangan dengan pendapat para imam kami. Adapun hadits Busrah yang telah kami sampaikan di atas, sesungguhnya. Urwah bin Az-Zubair mendengar hadits tersebut dari Marwan bin Al Hakam, dari Busrah. Lalu hal itu tidak membuatnya puas hingga Marwan mengutus Asy-Syurthi menemui Busrah dan bertanya kepadanya. Kemudian Marwan mendatangi mereka dan mengabari mereka dengan perkataan yang sama seperti yang dikatakan Busrah. Maka Urwah mendengarkan Marwan untuk kedua kalinya dari Asy-Syurthi, dari Busrah. Kemudian hal itu juga tidak membuat Urwah merasa puas hingga ia pergi menemui Busrah dan mendengar langsung darinya. Maka hadits dari Urwah, dari Busrah, sanadnya muttashil, bukan munqathi31 Sedangkan Marwan dan Asy-Syurthiy seakan-akan keduanya terputus dari sanad.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1112