Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١١١٩: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ نَصْرٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مُلاَزِمُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَدْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: خَرَجْنَا وَفْدًا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، مَا تَقُولُ فِي مَسِّ الرَّجُلِ ذَكَرَهُ بَعْدَمَا يَتَوَضَّأُ؟ فَقَالَ: هَلْ هُوَ إِلاَّ مُضْغَةٌ أَوْ بَضْعَةٌ مِنْهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1119: Al Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Nashr bin Ali bin Nashr menceritakan kepada kami, ia berkata: Mulazim bin Amru mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Badar, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya, ia berkata: Kami pernah keluar sebagai utusan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu seseorang datang dan bertanya: “Wahai Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam, apa menurut pendapat engkau tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya setelah ia berwudhu?” Beliau balik bertanya, “Bukankah kemaluannya itu hanya sekerat daging dari orang tersebut? ”39 1:23
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1119