Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١١١٥: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ بُسْرَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ، فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: لَوْ كَانَ الْمُرَادُ مِنْهُ غَسْلَ الْيَدَيْنِ كَمَا، قَالَ بَعْضُ النَّاسِ: لَمَّا قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ، إِذِ الإِعَادَةُ لاَ تَكُونُ إِلاَّ لِلْوُضُوءِ الَّذِي هُوَ لِلصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 1115: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muslim bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Ali bin Al Mubarak menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia mengulang kembali wudhu”34 1:23 Abu Hatim berkata, “Seandainya yang dimaksud di dalam hadits ini adalah membasuh kedua tangan sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah bersabda: “Maka hendaklah ia mengulang kembali wudhunya. ” Karena mengulang disini bermakna mengulang berwudhu untuk mengerjakan shalat.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1115