Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٢٧٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّارُ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ، قَالَ: أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَقِيلِ بْنِ مَعْقِلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: أَوْكُوا الأَسْقِيَةَ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ إِذَا رَقَدْتُمْ بِاللَّيْلِ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ الْبَابَ مُغْلَقًا دَخَلَ، وَإِنْ لَمْ يَجِدِ السِّقَاءَ مُوكًى شَرِبَ مِنْهُ، وَإِنْ وَجَدَ الْبَابَ مُغْلَقًا وَالسِّقَاءَ مُوكًى لَمْ يَحْلِلْ وِكَاءً وَلَمْ يَفْتَحْ بَابًا مُغْلَقًا، وَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ لِإِنَائِهِ الَّذِي فِيهِ شَرَابُهُ مَا يُخَمِّرُهُ، فَلْيَعْرِضْ عَلَيْهِ عُودًا.
Shahih Ibnu Hibban 1274: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Al Hasan bin Ash-Shabbah Al Bazzar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Isma’il bin Abdul Karim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ibrahim bin Aqil bin Ma’qil telah mengabarkan kepadaku dari ayahnya dari Wahab bin Munabbih, ia berkata, “Jabir bin Abdullah telah mengabarkan kepadaku bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ujung geriba (wadah air). Kuncilah pintu jika kamu hendak tidur malam. Tutuplah makanan dan minuman. Karena syetan akan datang. Jika ia menemukan pintu tidak terkunci, maka ia akan masuk. Jika ia menemukan geriba tidak diikat, ia akan meminum (air) nya. Jika ia menemukan pintu terkunci dan geriba (wadah air) terikat, ia tidak akan bisa melepas ikatan dan tidak akan bisa membuka pintu yang terkunci. Jika salah seorang dari kalian tidak menemukan sesuatu yang menutupi wadah tempat air minumnya, maka hendaklah ia meletakkan kayu yang melintang diatasnya.”100 95:1
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1274