Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٢٨٠: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ مَاتَتْ شَاةٌ لَزَوْجَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَاهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَتْهُ، فَقَالَ‏:‏ أَلاَ انْتَفَعْتُمْ بِمَسْكِهَا‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ مَسْكُ مَيْتَةٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَقَرَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ‏‏قُلْ لاَ أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً‏‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ، إِنَّكُمْ لَسْتُمْ تَأْكُلُونَهُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ‏:‏ فَبَعَثَتْ إِلَيْهَا، فَسُلِخَتْ، فَجَعَلَتْ مِنْ مَسْكِهَا قِرْبَةً، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ‏:‏ فَرَأَيْتُهَا بَعْدَ سَنَةٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1280: Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al Ahwash telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata, Seekor domba milik istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mati. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya. Kemudian ia memberitahukan (kematian dombanya) kepada beliau112. Beliau bersabda, “Mengapa kalian tidak manfaatkan kulitnya?”. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Bukankah itu kulit bangkai?”. Ibnu Abbas berkata, “Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam membaca ayat قُلْ لاَ أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً‏ Katakanlah,“Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai” (Qs. Al An’aam 6: 145) —sampai akhir ayat—; Sungguh, kalian tidak memakannya (namun sekedar memanfaatkan kulitnya, penterj). Ibnu Abbas berkata, “Lalu aku mengutus orang ke sana. Istri Nabi pun menguliti bangkai itu, lalu ia mengolah kulitnya menjadi sebuah geriba (wadah air)”. Ibnu Abbas berkata, “Aku masih melihatnya setahun yang lalu.”113 46:4

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1280