Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٣١١: أَخْبَرَنَا شَبَابُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ بُجْدَانَ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: اجْتَمَعَتْ غَنِيمَةٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا أَبَا ذَرٍّ، ابْدُ فِيهَا، قَالَ: فَبَدَوْتُ فِيهَا إِلَى الرَّبَذَةِ، فَكَانَتْ تُصِيبُنِي الْجَنَابَةُ، فَأَمْكُثُ الْخَمْسَ وَالسِّتَّ، فَدَخَلْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَبُو ذَرٍّ: فَسَكَتُّ، ثُمَّ قَالَ: أَبُو ذَرٍّ، ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ فَأَخْبَرْتُهُ، فَدَعَا بِجَارِيَةٍ سَوْدَاءَ، فَجَاءَتْ بِعُسٍّ مِنْ مَاءٍ، فَسَتَرَتْنِي، وَاسْتَتَرْتُ بِالرَّاحِلَةِ، فَاغْتَسَلْتُ، فَكَأَنَّهَا أَلْقَتْ عَنِّي جَبَلاً، فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّعِيدُ الطَّيِّبُ وَضُوءُ الْمُسْلِمِ، وَلَوْ إِلَى عَشْرِ سِنِينَ، فَإِذَا وَجَدْتَ الْمَاءَ فَأَمْسِسْهُ جِلْدَكَ، فَإِنَّ ذَلِكَ خَيْرٌ.
Shahih Ibnu Hibban 1311: Syabab bin Shalih telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Wahab bin Baqiyah telah menceritakan kepada kami ia berkata, Khalid telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Khalid dari Abu Qilabah dari Amr bin Bujdan dari Abu Dzarr, ia berkata, Kambing-kambing kecil telah terkumpul di sisi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Maka beliau bersabda, “Wahai Abu Dzarr! Gembalakan kambing-kambing ini di sisi lembah!" Abu Dzar melanjutkan, “Lalu aku menggembalakannya di Rabadzhah, kemudian aku terkena junub dan diam disana selama 5 atau 6 hari. Lalu aku masuk ke rumah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Wahai Dzarr!”. Aku pun terdiam kemudian beliau bersabda, “Wahai Abu Dzarr, apakah ibumu telah menyebabkan kematianmu?” Lalu aku pun mengabarkan hal yang terjadi padaku kepadanya. Beliau kemudian memanggil seorang hamba sahaya wanita berkulit hitam, kemudian ia datang dengan membawa bejana berisi air. Ia membuat penutup dariku dan aku membuat penutup dengah hewan kendaraan. Lalu aku mandi. Seolah hamba sahaya tadi telah membuang gunung dari tubuhku.”Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Debu yang baik adalah alat wudhu orang muslim, meskipun sampai sepuluh tahun. Maka jika kamu menemukan air, usapkan ia ke kulitmu. Karena itu sangat baik.”165
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1311