Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٣١٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، قَالَ‏:‏ أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ، أَسْأَلُهُ عَنِ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ، فَقَالَ‏:‏ مَا غَدَا بِكَ‏؟‏ فَقُلْتُ‏:‏ ابْتِغَاءَ الْعِلْمِ، قَالَ‏:‏ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، فَسَأَلْتُهُ عَنِ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ، فَقَالَ‏:‏ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَمْسَحَ ثَلاَثًا إِذَا سَافَرْنَا، وَيَوْمًا وَلَيْلَةً إِذَا أَقَمْنَا، وَلاَ نَنْزِعُهُمَا مِنْ غَائِطٍ وَلاَ بَوْلٍ وَلاَ نَوْمٍ، وَلَكِنْ مِنَ الْجَنَابَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1319: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Ashim bin Abu An-Najud dari Zirr bin Hubaisy, ia berkata, Aku datang kepada Shafwan bin Assal untuk menanyakan kepadanya tentang mengusap sepasang khuff. Ia bertanya, Apa maksud keberangkatanmu (ke sini)?”. Aku menjawab, “Mencari ilmu”. Ia berkata, Sungguh179 , aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk pencari ilmu karena merasa rela atas apa yang ia lakukan.". Lalu aku bertanya kepadanya tentang mengusap sepasang khuff. Ia menjawab, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memerintahkan kami untuk mengusap (sepasang khuff) selama tiga hari, jika kami sedang bepergian dan satu hari jika kami sedang bermukim di rumah. Dan (memerintahkan) agar kami tidak melepaskan keduanya180 saat hendak buang air, kencing dan tidur. Namun bukan saat beijunub.” 181

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1319