Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٣٨٦: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مَعْشَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَدِمَ أَعْرَابٌ مِنْ عُرَيْنَةَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاجْتَوَوَا الْمَدِينَةَ، فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا، فَشَرِبُوا حَتَّى صَحُّوا، فَقَتَلُوا رُعَاتَهَا وَاسْتَاقُوا الإِبِلَ، فَبَعَثَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَلَبِهِمْ، فَأُتِيَ بِهِمْ، فَقَطَعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ.قَالَ عَبْدُ الْمَلِكِ لأَنَسٍ: وَهُوَ يُحَدِّثُهُ بِكُفْرٍ أَوْ بِذَنْبٍ؟ قَالَ: بِكُفْرٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1386: Al Husain bin Muhammad bin Abu Ma’syar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Wahab bin Abu Karimah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Abu Abdurrahim dari Zaid bin Abu Anisah dari Thalhah bin Musharrif dari Yahya bin Sa’id Al Anshari dari Anas bin Malik, ia berkata, Beberapa orang Arab pedalaman dari Urainah277 datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Mereka tidak betah tinggal di Madinah karena terkena penyakit perut278. Lalu beliau menyuruh mereka untuk meminum air susu dan air kencing unta279. Mereka pun meminumnya hingga sembuh. Namun setelah itu mereka membunuh para penggembalanya dan mengambil air susu unta-unta tadi. Maka, Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus orang untuk mencari mereka, kemudian mereka didatangkan. Lalu beliau memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, serta mencelaki mata mereka dengan paku yang dipanaskan.” 280 Abdul Malik281 bertanya kepada Anas -yang saat itu menceritakan hadits ini kepadanya-, “(Itu Nabi lakukan) apakah karena kekufuran mereka, ataukah karena dosa mereka?”, la menjawab, “Karena kekufuran mereka.” 282 35:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1386