Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٣٨٨: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بِسْطَامٍ، بِالْأُبُلَّةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ التَّيْمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ وَفْدَ عُرَيْنَةَ، قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاجْتَوَوَا الْمَدِينَةَ، فَبَعَثَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي لِقَاحِهِ، فَقَالَ‏:‏ اشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا، وَأَبْوَالِهَا، فَشَرِبُوا، حَتَّى صَحُّوا، وَسَمِنُوا، فَقَتَلُوا رَاعِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ، وَارْتَدُّوا، فَبَعَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آثَارِهِمْ، فَجِيءَ بِهِمْ، فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَلَ أَعْيُنَهُمْ، وَتَرَكَهُمْ فِي الرَّمْضَاءِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1388: Al Husain bin Ahmad bin Bistham di Ubullah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Muhammad At- Taimi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya Al Qaththan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Qatadah dari Anas, Para utusan dari Urainah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Mereka tidak betah tinggal di Madinah karena terserang sakit pada perut mereka. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengirimkan seekor unta perahan285 kepada mereka. Beliau bersabda, “Minumlah susu dan air kencingnya!”. Mereka pun meminumnya hingga sembuh dan berbadan gemuk. Lalu mereka membunuh penggembala Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengambil air susu unta-untanya dan murtad. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, mengirim orang untuk mencari jejak mereka. Lalu mereka pun didatangkan ke hadapan beliau. Kemudian beliau memotong tangan-tangan dan kaki mereka, mencungkil mata mereka, dan membuang mereka di sebuah tanah yang panas oleh terik matahari.” 287 40:4

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1388