Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٤١٧: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ مَعْمَرٍ، وَالنُّعْمَانِ بْنِ رَاشِدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ لاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِبَوْلٍ، وَلاَ غَائِطٍ، وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا‏.‏قَالَ أَبُو أَيُّوبَ‏:‏ فَقَدِمْنَا الشَّامَ، فَإِذَا مَرَاحِيضُ قَدْ صُنِعَتْ نَحْوَ الْقِبْلَةِ‏.‏وَقَالَ النُّعْمَانُ‏:‏ فَإِذَا مَرَافِيقُ قَدْ صُنِعَتْ نَحْوَ الْقِبْلَةِ، قَالَ أَبُو أَيُّوبَ‏:‏ فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلَهُ‏:‏ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا لَفْظَةُ أَمْرٍ تُسْتَعْمَلُ عَلَى عُمُومِهِ فِي بَعْضِ الأَعْمَالِ، وَقَدْ يَخُصُّهُ خَبَرُ ابْنِ عُمَرَ بِأَنَّ هَذَا الأَمْرَ قُصِدَ بِهِ الصَّحَارِي دُونَ الْكُنُفِ وَالْمَوَاضِعِ الْمَسْتُورَةِ، وَالتَّخْصِيصُ الثَّانِي الَّذِي هُوَ مِنَ الإِجْمَاعِ أَنَّ مَنْ كَانَتْ قِبْلَتُهُ فِي الْمَشْرِقِ أَوْ فِي الْمَغْرِبِ عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَسْتَقْبِلَهَا وَلاَ يَسْتَدْبِرَهَا بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، لأَنَّهَا قِبْلَتُهُ، وَإِنَّمَا أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ أَوْ يَسْتَدْبِرَ ضِدَّ الْقِبْلَةِ عِنْدَ الْحَاجَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1417: Abu Ya’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Hajjaj As-Sami telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Wuhaib telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Ma’mar dari An-Nu’man bin Rasyid dari Az-Zuhri dari Atha bin Yazid dari Abu Ayyub Al Anshari bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian menghadap kiblat saat kencing dan buang air, dan jangan membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat (karena letak Madinah di sebelah utara Kabah, -penerf)." Abu Ayyub berkata, “Kami datang ke Syam. Ternyata kami mendapati toilet-toilet dibangung menghadap ke kiblat.” An-Nu’man berkata, “Ternyata, kamar-kamar mandinya dibangun menghadap ke kiblat.” Abu Ayyub berkata, “Kami berpaling dan beristighfar kepada Allah SWT.” .”329 28:1 Abu Hatim RA. berkata, “Sabda beliau شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا adalah lafazh perintah yang dipergunakan secara umum pada sebagian kegiatan (maksudnya buang air dan kencing). Lafazh ini dibatasi keumumannya oleh hadits Ibnu Umar yang menjelaskan bahwa perintah ini dimaksud saat seseorang buang air di padang pasir (lapangan terbuka), bukan di jamban atau tempat-tempat tertutup. 330 Takshish pengkhususan kedua bersumber dari ijma ’ (kesepakatan ulama) yang menyatakan bahwa orang yang kiblatnya menghadap ke arah timur atau barat, ia tidak boleh menghadap atau membelakangi arah itu saat buang air atau kencing, karena arah itu adalah arah kiblatnya. Yang diperintahkan kepadanya adalah menghadap atau membelakangi lawan dari arah kiblatnya saat buang air besar. 331

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1417