Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٠٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ، حَدَّثَنِي عِمْرَانُ بْنُ أَبِي أَنَسٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: اخْتَلَفَ رَجُلاَنِ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى، فَقَالَ أَحَدُهُمَا: هُوَ مَسْجِدُ الْمَدِينَةِ، وَقَالَ الآخَرُ: هُوَ مَسْجِدُ قُبَاءَ، فَأَتَوَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: هُوَ مَسْجِدِي هَذَا.
Shahih Ibnu Hibban 1604: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, Waki’ telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Rabi’ah bin Utsman. Imran bin Abu Anas Telah menceritakan kepadaku dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, Dua orang lelaki saling berdebat tentang maksud dari masjid yang dibangun di atas ketakwaan. Salah seorang dari mereka berkata, “Yang dimaksud adalah Masjid Nabawi”, yang satu lain menyanggah, ”Bukan, tapi Masjid Quba” Lalu mereka datang untuk bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal tersebut. Beliaupun menjawab, “Itu adalah Masjidku ini.”609 2:1
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1604