Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٧٤٢: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ، بِفَمِ الصِّلْحِ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ شَاهِينٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ فَضَالَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ فِيمَا عَلَّمَنَا قَالَ: حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ، وَحَافِظُوا عَلَى الْعَصْرَيْنِ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا الْعَصْرَانِ؟ قَالَ: صَلاَةٌ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَصَلاَةٌ قَبْلَ غُرُوبِهَا.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَمِعَ دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدَ هَذَا الْخَبَرَ مِنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الأَسْوَدِ، وَمِنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ فَضَالَةَ، عَنْ فَضَالَةَ، وَأَدَّى كُلَّ خَبَرٍ بِلَفْظِهِ، فَالطَّرِيقَانِ جَمِيعًا مَحْفُوظَانِ وَالْعَرَبُ تَذْكُرُ فِي لُغَتِهَا أَشْيَاءَ عَلَى الْقِلَّةِ وَالْكَثْرَةِ، وَتُطْلِقُ اسْمَ الْقَبْلِ عَلَى الشَّيْءِ الْيَسِيرِ، وَعَلَى الْمُدَّةِ الطَّوِيلَةِ، وَعَلَى الْمُدَّةِ الْكَبِيرَةِ، كَقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَمَارَاتِ السَّاعَةِ: يَكُونُ مِنَ الْفِتَنِ قَبْلَ السَّاعَةِ كَذَا، وَقَدْ كَانَ ذَلِكَ مُنْذُ سِنِينَ كَثِيرَةٍ، وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ اسْمَ الْقَبْلِ يَقَعُ عَلَى مَا ذَكَرْنَا، لاَ أَنَّ الْقَبْلَ فِي اللُّغَةِ يَكُونُ مَقْرُونًا بِالشَّيْءِ حَتَّى لاَ يُصَلِّيَ الْغَدَاةَ إِلاَّ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَلاَ الْعَصْرَ إِلاَّ قَبْلَ غُرُوبِهَا إِرَادَةَ إِصَابَةِ الْقَبْلِ فِيهَا.
Shahih Ibnu Hibban 1742: Abdullah bin Qahthabah mengabarkan kepada kami di Fam Ash-Shilh, dia berkata: Ishaq bin Syahin menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalid bin Abdullah menceritakan kepada kami dari Daud bin Abi Hindun, dari Abdullah bin Fadhalah, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengajari kami, dan di antara yang beliau ajarkan kepada kami adalah, “Peliharalah shalat (lima waktu) dan peliharalah shalat Al Ashrain.” Aku lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah shalat Al Ashrain itu?” Beliau menjawab, “Shalat sebelum matahari terbit dan shalat sebelum matahari terbenam.” 39 17:1 Abu Hatim berkata, “Daud bin Abi Hindun mendengar khabar ini dari Abu Harb bin Abu Al Aswad dan dari Abdullah bin Fadhalah, dari Fadhalah. Dia menyebutkan masing-masing khabar dengan redaksi matannya. Kedua jalur ini sama-sama dihafal.” Dalam kebiasaan Orang-orang Arab, terdapat beberapa ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang sebentar ataupun lama. Kata الْقَبْلُ (Sebelum) menunjukkan waktu yang sebentar, waktu yang lama, dan waktu yang besar, seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Akan terjadi fitnah-fitnah sebelum Hari Kiamat...." Fitnah tersebut terjadi pada tahun-tahun dahulu. Ini menunjukkan bahwa kata “sebelum” berlaku untuk sesuatu yang telah kami sebutkan. Kata “sebelum” secara bahasa maksudnya bukan sesuatu yang berbarengan dengan sesuatu (yang sesudahnya), sehingga seseorang tidak shalat Subuh kecuali sebelum matahari terbit dan tidak shalat Ashar kecuali sebelum matahari terbenam. Oleh karena itu, maksud kata “sebelum” bukanlah demikian.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1742