Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٧٣٧: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ الطَّائِيُّ، الْفَقِيهُ بِمَنْبِجَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ، وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ، فَيَسْأَلُهُمْ، وَهُوَ أَعْلَمُ، كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: فِي هَذَا الْخَبَرِ بَيَانٌ وَاضِحٌ بِأَنَّ مَلاَئِكَةَ اللَّيْلِ إِنَّمَا تَنْزِلُ وَالنَّاسُ فِي صَلاَةِ الْعَصْرِ، وَحِينَئِذٍ تَصْعَدُ مَلاَئِكَةُ النَّهَارِ، ضِدَّ قَوْلِ مَنْ زَعَمَ أَنَّ مَلاَئِكَةَ اللَّيْلِ تَنْزِلُ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ.
Shahih Ibnu Hibban 1737: Umar bin Sa’id bin Sinan Ath-Tha‘i Al Faqih mengabaikan kepada kami di Manbaj, Ahmad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Malaikat malam dan malaikat siang saling bergiliran berada di tengah-tengah kalian. Mereka berkumpul pada shalat fajar dan shalat Ashar. Lalu yang menginap pada malam harinya naik (ke langit) bertemu Tuhannya, kemudian Tuhan menanyakan kepada mereka dan Dia lebih mengetahui keadaan mereka (hamba-hamba-Nya), ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku? ’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat’.” 27 2:1 Abu Hatim berkata, “Khabar ini menjelaskan secara gamblang bahwa malaikat malam hanya turun ketika orang-orang sedang menunaikan shalat Ashar. Ketika itu malaikat siang naik (ke langit). Hal ini berlawanan dengan pendapat yang mengklaim bahwa malaikat malam turun setelah matahari terbenam.”
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1737