Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٧٩٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ، عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ، قَالَ: صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِي هُرَيْرَةَ، فَقَالَ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ، حَتَّى إِذَا بَلَغَ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ قَالَ: آمِينَ، وَقَالَ النَّاسُ: آمِينَ، فَلَمَّا رَكَعَ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ، قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ سَجَدَ، فَلَمَّا رَفَعَ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، فَلَمَّا سَجَدَ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، فَلَمَّا رَفَعَ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ اسْتَقْبَلَ قَائِمًا مَعَ التَّكْبِيرِ، فَلَمَّا قَامَ مِنَ الثِّنْتَيْنِ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، فَلَمَّا سَلَّمَ، قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلاَةً بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Shahih Ibnu Hibban 1797: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Haiwah mengabarkan kepadaku, dia berkata: Khalid bin Yazid mengabarkan kepadaku dari Sa’id bin Abi Hilal, dari Nu’aim Al Mujmir, dia berkata: Aku shalat di belakang Abu Hurairah. Dia mengucapkan (dengan suara keras) bismillahirrahmanirrahim, lalu membaca Ummul Kitab (Al Faatihah). Ketika telah sampai ayat “ghairil maghdhuubi alaihim waladh dhaalliin”, dia mengucapkan " amin", dan orang-orang ikut mengucapkan “amin" Ketika ruku dia membaca “allahu akbar*'. Ketika mengangkat kepalanya dia mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah", lalu mengucapkan “Allahu akbar”, lalu bersujud. Ketika mengangkat kepalanya, dia mengucapkan “Allahu Akbar”. Ketika sujud (lagi) dia mengucapkan “Allahu akbar”. Ketika mengangkat kepalanya dia mengucapkan “Allahu akbar”. Kemudian dia bangun dengan menghadap kiblat seraya membaca takbir. Ketika bangun dari dua rakaat dia mengucapkan “Allahu akbar”. Setelah salam, dia berkata, “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-nya, sungguh aku adalah orang yang shalatnya paling mirip dengan shalat Rasulullah SAW”. 118 5:4
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1797