Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٩٩٧: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللهِ: لاَ يَجْعَلْ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ جُزْءًا مِنْ نَفْسِهِ، يَرَى أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَنْصَرِفَ إِلاَّ عَنْ يَمِينِهِ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَكْثَرُ انْصِرَافِهِ عَنْ يَسَارِهِ.
Shahih Ibnu Hibban 1997: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abi379 Adi menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Sulaiman, dari Umarah bin Umair, dari Al Aswad bin Yazid, dia berkata Abdullah berkata, “Janganlah seseorang dari kalian menjadikan syetan sebagai bagian dari dirinya, yang meyakini bahwa yang wajib baginya adalah tidak boleh bangkit dari shalat kecuali dari arah sebelah kanannya, karena aku melihat Rasulullah paling sering bangkit dari shalatnya dari arah sebelah kirinya." 380 5:34
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1997