Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٢١١٩: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ أَبِي هِنْدَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ قَاعِدًا.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: خَالَفَ نُعَيْمُ بْنُ أَبِي هِنْدَ، عَاصِمَ بْنَ أَبِي النَّجُودِ فِي مَتْنِ هَذَا الْخَبَرِ فَجَعَلَ عَاصِمٌ أَبَا بَكْرٍ مَأْمُومًا وَجَعَلَ نُعَيْمُ بْنُ أَبِي هِنْدَ أَبَا بَكْرٍ إِمَامًا وَهُمَا ثِقَتَانِ حَافِظَانِ مُتْقِنَانِ، فَكَيْفَ يَجُوزُ أَنْ يُجْعَلَ خَبَرُ أَحَدِهِمَا نَاسِخًا لأَمْرٍ مُتَقَدِّمٍ، وَقَدْ عَارَضَهُ فِي الظَّاهِرِ مِثْلُهُ؟وَنَحْنُ نَقُولُ بِمَشِيئَةِ اللهِ وَتَوْفِيقِهِ: إِنَّ هَذِهِ الأَخْبَارَ كُلَّهَا صِحَاحٌ وَلَيْسَ شَيْءٌ مِنْهَا يُعَارِضُ الآخَرَ وَلَكِنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي عِلَّتِهِ صَلاَتَيْنِ فِي الْمَسْجِدِ جَمَاعَةً لاَ صَلاَةً وَاحِدَةً فِي إِحْدَاهُمَا كَانَ مَأْمُومًا وَفِي الْأُخْرَى كَانَ إِمَامًا وَالدَّلِيلُ عَلَى أَنَّهُمَا كَانَا صَلاَتَيْنِ لاَ صَلاَةً وَاحِدَةً أَنَّ فِي خَبَرِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ بَيْنَ رَجُلَيْنِ يُرِيدُ أَحَدُهُمَا الْعَبَّاسَ وَالآخَرَ عَلِيًّا وَفِي خَبَرِ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ بَيْنَ بَرِيرَةَ وَنُوبَةَ فَهَذَا يَدُلَّكُ عَلَى أَنَّهَا كَانَتْ صَلاَتَيْنِ لاَ صَلاَةً وَاحِدَةً.
Shahih Ibnu Hibban 2119: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia beikata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syababah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari Nu'aim bin Abi Hindun, dari Abu Wa'il, dari Masruq, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah ketika sakit yang menyebabkan kematian belaiu, shalat di belakang Abu Bakar dengan duduk.” 558 1:5 Abu Hatim RA berkata, ‘‘Nu'aim bin Abi Hindun berbeda dengan Ashim bin Abi An-Najud dalam redaksi khabar ini. Menurut Ashim, Abu Bakar menjadi makmum, sementara menurut Nu'aim bin Abi Hindun, Abu Bakar menjadi imam. Keduanya sama-sama perawi yang tsiqah hafizh, dan orang yang bagus haditsnya (teliti). Bagaimana bisa khabar salah satu dari keduanya dijadikan sebagai nasikh (penghapus) perintah yang telah diuraikan sebelumnya, padahal secara jelas ada hadits serupa yang bertentangan dengannya? Sesungguhnya khabar-khabar ini semuanya shahih dan antara satu sama lainnya tidak saling bertentangan. Hanya saja, Nabi ketika sakit menunaikan shalat sebanyak dua kali di masjid secara beijamaah, bukan satu kali. Pada shalat yang satunya beliau menjadi makmum, dan pada shalat yang satunya lagi beliau menjadi imam. 559 Dalil yang menunjukkan bahwa shalat yang dilakukan dua kali dan bukan satu kali adalah khabar riwayat Ubaidillah bin Abdullah dari Aisyah, bahwa Nabi keluar dengan dipapah dua orang laki-laki —yaitu Al Abbas dan Ali—. Kemudian dalam khabar riwayat Masruq dari Aisyah disebutkan bahwa Nabi shalat dengan dipapah Barirah dan Nubah. Ini menunjukkan bahwa shalat yang dilakukan beliau (ketika sakit) adalah dua kali, bukan satu kali.”
Shahih Ibnu Hibban Nomer 2119