Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٢١٦٨: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، قَالاَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ الأَسْوَدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ: جِئْتُ فَقَعَدْتُ فَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ خَبَّابٍ: جَاءَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ فَقَعَدَ مَكَانَكَ هَذَا فَقَالَ: تَدْرُونَ مَا هَذَا الْعُودُ؟ قُلْنَا: لاَ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ أَخَذَ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ: اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ أَخَذَ بِيَسَارِهِ، ثُمَّ قَالَ: اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَلَمَّا هُدِمَ الْمَسْجِدُ فُقِدَ فَالْتَمَسَهُ عُمَرُ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ، فَوَجَدَهُ قَدْ أَخَذَهُ بَنُو عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ فَجَعَلُوهُ فِي مَسْجِدِهِمْ فَانْتَزَعَهُ فَأَعَادَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 2168: Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Musaddad bin Musarhad dan Ali bin Al Madini menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Humaid bin Al Aswad menceritakan kepada kami, dia berkata: Mush'ab bin Tsabit bin Abdullah bin Az- Zubair menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku datang lalu duduk di suatu tempat, kemudian Muhammad bin Muslim bin Khabbab berkata: Anas bin Malik pernah datang lalu duduk di tempat kamu duduk sekarang. Lalu dia bertanya, ‘Tahukah kamu kayu apa ini?” Kami menjawab, ‘Tidak.” Dia berkata, “Rasulullah apabila berdiri hendak menunaikan shalat, memegang kayu ini dengan tangan kanannya, lalu menoleh dan bersabda, “Luruskan dan ratakan shaf-shaf kalian”.Kemudian beliau memegang dengan tangan kirinya, lalu menoleh dan bersabda, “Luruskan dan ratakan shaf-shaf kalian”.626 Ketika masjid dibongkar, kayu ini hilang. Lalu Umar mencarinya dan menemukannya pada orang-orang bani Amr bin Auf. Mereka mengambilnya dan meletakkannya di masjid mereka, maka dia mengambil kembali kayu tersebut lalu mengembalikannya di tempatnya semula’.” 627 5:8
Shahih Ibnu Hibban Nomer 2168