Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٦٠٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا حِبَّانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ خَالِدٍ الْقَارِظِيِّ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي ذُؤَيْبٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَيْهِمْ وَهُمْ جُلُوسٌ فِي مَجْلِسٍ، فقَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ النَّاسِ مَنْزِلاً؟ فَقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: رَجُلٌ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى عُقِرَتْ أَوْ يُقْتَلَ، أَفَأُخْبِرُكُمْ بِالَّذِي يَلِيهِ؟ قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: امْرُؤٌ مُعْتَزِلٌ فِي شِعْبٍ يُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَيَعْتَزِلُ شُرُورَ النَّاسِ، أَفَأُخْبِرُكُمْ بِشَرِّ النَّاسِ؟ قُلْنَا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: الَّذِي يُسْأَلُ بِاللَّهِ وَلاَ يُعْطِي بِهِ.
Shahih Ibnu Hibban 604: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hibban menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi'bi mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Khalid Al Qarizhi, dari Ismail bin Abdurrahman bin Abu Dzu’aib, dari Atha' bin Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam keluar menemui para sahabat yang sedang duduk-duduk di suatu majlis. Beliau lalu bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang manusia yang paling utama kedudukannya?” Kami menjawab, “Mau wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.” Beliau bersabda, “Seseorang yang menunggang kudanya untuk berjihad di jalan Allah SWT hingga ia terbunuh. Maukah kalian aku beritahukan kedudukan yang di bawahnya?" Kami menjawab, “Mau wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.” Beliau bersabda, "Seseorang yang menyendiri di suatu tempat, ia mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menjauhi kejahatan orang-orang. Maukah kalian aku beritahukan tentang seburuk-buruknya manusia?" Kami menjawab, “Iya wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.” Beliau bersabda, “Yaitu seseorang yang tidak mau memberi bila di minta dengan nama Aliah SWT”398 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 604