Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٨١: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ يَسْتَعْجِلُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي، فَيَنْحَسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ، فَيَتْرُكُ الدُّعَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 881: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata: Mu’awiyah bin Shalih mengabarkan kepada kami, dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, “Tidak ada henti-hentinya doa seorang hamba dikabulkan selama ia tidak berdoa dengan memohon hal yang sifatnya berdosa atau memutus tali silaturrahim, dan selama ia tidak meminta cepat (terburu-buru)” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, bagaimanakah seseorang dianggap meminta dengan cepat itu? beliau menjawab: ‘Ia berkata: "Sungguh saya telah berdoa tapi belum juga dikabulkan." Kemudian ia memutuskan dari berdoa (fayanhasiru36) karena keadaan tidak dikabulkan doanya, lalu ia pun meninggalkan (berhenti) berdoa.” 37 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 881