Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٨٤: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الصُّوفِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ رَجُلاً يَدْعُو بِأُصْبُعَيْهِ جَمِيعًا فَنَهَاهُ وَقَالَ بِإِحْدَاهُمَا، بِالْيُمْنَى.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: أَضْمَرَ فِيهِ أَنَّ الإِشَارَةَ بِالْأُصْبُعَيْنِ لِيَكُونَ إِلَى الاِثْنَيْنِ، وَالْقَوْمُ عَهْدُهُمْ كَانَ قَرِيبًا بِعِبَادَةِ الأَصْنَامِ وَالإِشْرَاكِ بِاللَّهِ، فَمِنْ أَجْلِهِمَا أَمَرَ بِالإِشَارَةِ بِأُصْبُعٍ وَاحِدٍ.
Shahih Ibnu Hibban 884: Ahmad bin Al Hasan bin Abdul Jabbar Ash-Shufi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Umar bin Aban menceritakan kepada kami, ia berkata: Hafash bin Ghiyats menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat seorang laki-laki berdoa dengan menggunakan kedua jarinya bersama-sama, beliau lalu melarangnya, dan beliau menyuruhnya menggunakan salah satu jarinya saja, yaitu jari kanan” 42. 2:24 Abu Hatim RA berkata: Tersimpan maksud di dalamnya bahwa memberi isyarat dengan dua jari. Adapun kaum pada masanya sangat akrab dengan beribadah kepada patung-patung dan menyekutukan Allah. Maka karena alasan ini, memberi isyarat itu hanya dibolehkan dengan satu jari saja.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 884