Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٣٤٠: قَالَ أَبُو بَكْرٍ خَبَرُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو مِنْ هَذَا الْجِنْسِ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُنَا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ حَتَّى يُصْبِحَ مَا يَقُومُ فِيهَا إِلَّا إِلَى عُظْمِ صَلَاةٍ» ثناه بُنْدَارٌ، ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي حَسَّانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، ح وَثنا بُنْدَارٌ، ثنا عَفَّانُ، ثنا أَبُو هِلَالٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي حَسَّانَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «فَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كَانَ يُحَدِّثُهُمْ بَعْدَ الْعِشَاءِ عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لِيَتَّعِظُوا مِمَّا قَدْ نَالَهُمْ مِنَ الْعُقُوبَةِ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مِنَ الْعِقَابِ فِي الْآخِرَةِ لَمَّا عَصَوْا رُسُلَهُمْ، وَلَمْ يُؤْمِنُوا فَجَائِزٌ لِلْمَرْءِ أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا يَعْلَمُ أَنَّ السَّامِعَ يَنْتَفِعُ بِهِ مِنْ أَمْرِ دِينِهِ بَعْدَ الْعِشَاءِ، إِذِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كَانَ يَسْمُرُ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي الْأَمْرِ مِنْ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ، مِمَّا يَرْجِعُ إِلَى مَنْفَعَتِهِمْ عَاجِلًا وَآجِلًا دِينًا وَدُنْيَا، وَكَانَ يُحَدِّثُ أَصْحَابَهُ عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لِيَنْتَفِعُوا بِحَدِيثِهِ، فَدَلَّ فِعْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَنَّ كَرَاهَةَ الْحَدِيثِ بَعْدَ الْعِشَاءِ بِمَا لَا مَنْفَعَةَ فِيهِ دِينًا، وَلَا دُنْيَا، وَيَخْطِرُ بِبَالِي أَنَّ كَرَاهَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الِاشْتِغَالَ بِالسَّمَرِ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ يُثَبِّطُ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ؛ لِأَنَّهُ إِذَا اشْتَغَلَ أَوَّلَ اللَّيْلِ بِالسَّمَرِ ثَقُلَ عَلَيْهِ النَّوْمُ آخِرَ اللَّيْلِ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ، وَإِنِ اسْتَيْقَظَ لَمْ يَنْشَطْ لِلْقِيَامِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1340: Abu Bakar berkata, "Hadits Abdullah bin Amr seperti hadits ini, bahwa Rasulullah telah menceritakan kepada kami tentang bani Israil sampai Subuh dan tidak ada seorang pun yang beranjak kecuali untuk mengerjakan shalat." Bundar menceritakan kepada kami, Mu.adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Qatadah, dari Abu Hassan. dari Abdullah bin Amr (Ha') dan Bundar menceritakan kepada kami, Affan menceritakan kepada kami, Abu Hilal menceritakan kepada kami dari Qatadah. dari Abu Hassan. dari Imran bin Hushain. dari Nabi dengan redaksi hadits yang serupa. Abu Bakar berkata. "Nabi pernah berbincang-bincang dengan mereka setelah Isya tentang bani Isra'il agar mereka mengambil pelajaran atas siksaan yang diterima oleh bani Isra'il di dunia dan yang telah dijanjikan Allah di akhirat lantaran mereka mendustai rasul-rasul yang diutus kepada mereka serta karena mereka tidak beriman. Karena itu. seseorang setelah Isya boleh memperbincangkan ajaran agama apa yang diketahuinya sehingga orang yang mendengar dapat mengambil pelajaran dari ceritanya itu, sebab Nabi pernah berbincang-bincang di malam hari setelah Isya tentang urusan-urusan kaum muslimin yang dapat memberikan faidah kepada mereka untuk dunia dan akhirat, agama dan dunia. (Ketika itu) beliau menceritakan para sahabatnya tentang kisah bani Isra'il agar mereka dapat mengambil pelajaran dari cerita tersebut. Dengan demikian perbuatan beliau menjadi dalil bahwa berbincang-bincang yang makruh setelah Isya adalah yang tidak memberikan manfaat untuk agama dan dunia. Dalam benakku terlintas bahwa berbincang-bincang di malam hari tidak disukai Nabi karena hal itu cenderung menghalangi seseorang melakukan shalat malam. Sebab apabila ia beraktifitas di awal malam dengan berbincang-bincang maka dia akan merasa berat tidur di akhir malam sehingga ia tidak dapat bangun. Dan walaupun ia bangun maka dia tidak akan bersemangat mengerjakan shalat malam.
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1340