Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٨١٦: ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا هَمَّامٌ، ثنا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي إِلَى سَارِيَةٍ، فَذَهَبَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي أُمَيَّةَ يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَمَنَعَهُ، فَذَهَبَ لِيَعُودَ، فَضَرَبَهُ ضَرْبَةً فِي صَدْرِهِ، وَكَانَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي أُمَيَّةَ، فَذَكَرَ ذَلِكَ لِمَرْوَانَ، فَلَقِيَهُ مَرْوَانُ فَقَالَ: مَا حَمَلَكَ عَلَى أَنْ ضَرَبْتَ ابْنَ أَخِيكَ، فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ فَذَهَبَ أَحَدٌ يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَمْنَعْهُ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ، فَإِنَّمَا ضَرَبْتَ الشَّيْطَانَ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 816: Abdul Warits bin Abdushshamad menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepadaku, Hammam menceritakan kepadaku, Zaid bin Aslam menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Abu sa’id, dari ayahnya bahwa ia shalat menghadap tiang dan tiba-tiba seseorang dari bani Umayyah melintas di hadapannya lalu ia mencegahnya. Pria itu kemudian berusaha melintasinya lagi namun ia memukulnya di dadanya. Laki- laki itu adalah dari bani Umayyah dan menceritakan perkara tersebut kepada Marwan, kemudian ia beijumpa dengan Marwan dan bertanya, “Apa yang menyebabkan kamu memukul anak saudaramu?” la menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kamu shalat menghadap sesuatu yang menjadi penghalangnya, kemudian seseorang melintas di hadapannya maka ia hendaknya mencegahnya dan apabila orang itu menolak maka ia hendaknya menghalanginya, sebab ia adalah syetan'. Sesungguhnya yang aku pemukul adalah syetan.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 816