Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٨١٥: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، نا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيَّ ثنا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي، فَلَا يَدَعَنَّ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 815: Ahmad bin Abdah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz —yaitu Ibnu Muhammad Ad-Darawardi— menceritakan kepada kami, Zaid bin Aslam menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Abu Sa’id Al Khudri, dari ayahnya bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu shalat maka janganlah sekali-kali ia membiarkan seseorang melintas di hadapannya, apabila orang tersebut menolak maka halangilah, sebab ia adalah syetan”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 815