Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٩٢٩: نا أَبُو مُحَمَّدٍ فَهْدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمِصْرِيُّ، نا أَبُو تَوْبَةَ يَعْنِي الرَّبِيعَ بْنَ نَافِعٍ، ثنا مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ سَلَّامٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ، أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ، حَدَّثَهُ، حَدَّثَنِي الْحَارِثُ الْأَشْعَرِيُّ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمْ قَالَ: " إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ يَعْمَلُ بِهِنَّ، وَيَأْمُرُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهِنَّ قَالَ: فَكَانَ يُبْطِئُ بِهِنَّ، فَقَالَ لَهُ عِيسَى: إِنَّكَ أُمِرْتَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ تَعْمَلُ بِهِنَّ، وَتَأْمُرُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهِنَّ، فَإِمَّا أَنْ تَأْمُرَهُمْ بِهِنَّ، وَإِمَّا أَنْ أَقُومَ فَآمُرَهُمْ بِهِنَّ قَالَ يَحْيَى: إِنَّكَ إِنْ تَسْبِقْنِي بِهِنَّ أَخَفْ أَنْ أُعَذَّبَ أَوْ يُخْسَفَ بِي، فَجَمَعَ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ حَتَّى امْتَلَأَ الْمَسْجِدُ، حَتَّى جَلَسَ النَّاسُ عَلَى الشُّرُفَاتِ، فَوَعَظَ النَّاسَ، ثُمَّ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَنِي بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَعْمَلُ بِهِنَّ، وَآمُرُكُمْ أَنْ تَعْمَلُوا بِهِنَّ، أُولَاهُنَّ، أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا؛ فَإِنَّ مَنْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ مَثَلُهُ كَمَثَلِ رَجُلٍ اشْتَرَى عَبْدًا مِنْ خَالِصِ مَالِهِ بِذَهَبٍ أَوْ وَرِقٍ، ثُمَّ قَالَ لَهُ: هَذِهِ دَارِي وَعَمَلِي، فَاعْمَلْ لِي وَأَدِّ إِلَيَّ عَمَلَكَ، فَجَعَلَ يَعْمَلُ وَيُؤَدِّي عَمَلَهُ إِلَى غَيْرِ سَيِّدِهِ، فَأَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ لَهُ عَبْدٌ كَذَلِكَ، يُؤَدِّي عَمَلَهُ لِغَيْرِ سَيِّدِهِ، وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ خَلَقَكُمْ وَرَزَقَكُمْ فَلَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ، فَإِذَا نَصَبْتُمْ وُجُوهَكُمْ فَلَا تَلْتَفِتُوا؛ فَإِنَّ اللَّهَ يَنْصِبُ وَجْهَهُ لِوَجْهِ عَبْدِهِ حِينَ يُصَلِّي لَهُ، فَلَا يَصْرِفُ عَنْهُ وَجْهَهُ حَتَّى يَكُونَ الْعَبْدُ هُوَ يَنْصَرِفُ " وَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 929: Abu Muhammad Fahd bin Sulaiman Al Mishri menceritakan kepada kami, Abu Taubah -yaitu Ar-Rabi' bin Nafi'— menceritakan kepada kami, Mu'awiyah -yaitu Ibnu Sallam— menceritakan kepada kami dari Zaid bin Sallam bahwa Abu Sallam meriwayatkan kepadanya, Al Harits Al Asy'ari menceritakan kepadaku, bahwa Nabi meriwayatkan hadits kepada mereka, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan Yahya bin Zakaria lima perkara yang harus dikerjakannya dan memerintahkan bani Isra'il untuk mengerjakannya." Beliau lanjut bersabda, “Yahya bin Zakaria menunda-nundanya, maka Isa berkata kepadanya, 'Sesungguhnya kamu telah diperintahkan lima perkara yang harus kamu kerjakan dan memerintahkan bani Isra'il untuk mengerjakannya, maka apakah aku seharusnya yang menjalankannya niscaya akan aku perintahkan mereka perkara tersebut. ' Yahya menjawab, Apabila kamu yang lebih dahulu mengerjakan perkara tersebut maka aku takut disiksa atau dimusnahkan Kemudian bani Isra'il dikumpulkan di Baitul Maqdis sehingga masjid penuh sesak, sampai-sampai banyak orang yang duduk di teras. Ia kemudian memberi nasehat dan berkata, Sesungguhnya Allah wa Jalla telah memerintahkan kepadaku lima perkara yang harus aku kerjakan dan memerintahkan agar aku memerintahkan kepadamu untuk mengerjakannya. Pertama, Janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu, karena sesungguhnya seseorang yang berbuat kemusyrikan kepada Allah bagaikan orang yang membeli budak dari harta pribadinya, baik dengan emas maupun perak, kemudian ia berkata kepadanya, 'Ini rumahku dan pekerjaanku, bekerjalah untukku dan selesaikanlah pekerjaanmu untukku' Lalu ia bekerja untuk orang lain yang bukan tuannya, maka siapakah di antara kamu yang menginginkan untuk memiliki seorang budak lalu ia berkerja untuk tuan yang lain. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menciptakan kamu dan memberikan rezeki kepadamu, maka janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu'.” Yahya juga berkata, ''Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan kamu untuk mendirikan shalat, apabila kamu telah meluruskan wajahmu maka janganlah kamu menengok, karena Allah Azza wa Jalla telah meluruskan wajah-Nya kepada wajah hamba-Nya tatkala ia shalat menghadap-Nya, serta Dia tidak berpaling wajah-Nya darinya sampai hamba tersebut yang memalingkannya.” Kemudian ia menyebutkan redaksi haditsnya secara lengkap.
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 929