Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٩٣٨: نا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى بْنِ إِيَاسٍ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُهَاجِرِ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ رُوَيْمٍ، عَنِ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ الَّذِي كَانَ يَسْكُنُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، أَنَّهُ مَكَثَ فِي طَلَبِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ بِالْمَدِينَةِ، فَسَأَلَ عَنْهُ قَالُوا: قَدْ سَارَ إِلَى مَكَّةَ، فَأَتْبَعَهُ فَوَجَدَهُ قَدْ سَارَ إِلَى الطَّائِفِ فَأَتْبَعَهُ فَوَجَدَهُ فِي زُرْعَةٍ يَمْشِي مُخَاصِرًا رَجُلًا مِنْ قُرَيْشٍ، وَالْقُرَيْشِيُّ يُزِنُّ بِالْخَمْرِ، فَلَمَّا لَقِيتُهُ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ قَالَ: مَا عَدَا بِكَ الْيَوْمَ، وَمِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتَ، فَأَخْبَرْتُهُ، ثُمَّ سَأَلْتُهُ، هَلْ سَمِعْتَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ شَرَابَ الْخَمْرِ بِشَيْءٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَانْتَزَعَ الْقُرَشِيُّ يَدَهُ، ثُمَّ ذَهَبَ، فَقَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي فَيُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا»
Shahih Ibnu Khuzaimah 938: Zakaria bin Yahya bin Iyas menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Muhajir menceritakan kepada kami dari Urwah bin Ruwaim, dari bin Ad-Dailami yang bertempat tinggal di Baitul Maqdis, bahwa ketika ia tinggal di Madinah untuk mencari Abdullah bin Amr bin Al Ash dan bertanya tentang keberadaannya, mereka (penduduk Madinah) menjawab, “Ia telah pergi menuju Makkah.” Setelah itu Ad-Dailami menyusulnya, namun ia telah pergi ke Tha'if maka ia pun menyusulnya dan berjumpa dengannya di perkebunan sedang berjalan mengintai seorang pria Quraisy, sementara pria Quraisy tersebut dalam keadaan mabuk lantaran minum khamer. Maka tatkala bertemu dengannya aku pun mengucapkan salam dan ia menjawab salamku, lalu bertanya, “Apa yang menyebabkan kedatanganmu hari ini dan darimana kamu datang?” Aku kemudian memberitahukannya lalu aku bertanya kepadanya, “Wahai Abdullah bin Amr, apakah kamu mendengar Rasulullah menyebutkan sesuatu tentang seseorang peminum khamer?” Ia menjawab, “Ya.” Pria tersebut melepaskan tangannya lalu pergi, maka Abdullah bin Amr berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Apabila salah seorang di antara umatku meminum khamer maka shalatnya selama empat puluh hari tidak akan diterima'.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 938