Sunan Ibnu Majah

الطهارة وسننها

Kitab Thoharoh dan Sunnah-Sunnahnya

ما جاء في النضح بعد الوضوء
Memercikkan air setelah wudlu (pada kemaluan)

سنن ابن ماجه ٤٥٤: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ قَالَ قَالَ مَنْصُورٌ حَدَّثَنَا مُجَاهِدٌ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ سُفْيَانَ الثَّقَفِيِّ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثُمَّ أَخَذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَنَضَحَ بِهِ فَرْجَهُ

Sunan Ibnu Majah 454: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr berkata: telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Abu Za`idah ia berkata: Manshur berkata: telah menceritakan kepada kami Mujahid dari Al Hakam bin Sufyan Ats Tsaqafi bahwasanya ia pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam berwudlu, kemudian mengambil air setelapak tangan dan memercikannya pada kemaluannya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 454