Sunan Ibnu Majah

الطهارة وسننها

Kitab Thoharoh dan Sunnah-Sunnahnya

الوضوء من النوم
Wudlu setelah tidur

سنن ابن ماجه ٤٦٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُ حَتَّى يَنْفُخَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ قَالَ الطَّنَافِسِيُّ قَالَ وَكِيعٌ تَعْنِي وَهُوَ سَاجِدٌ

Sunan Ibnu Majah 467: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Muhammad keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Waki' berkata: telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari Aisyah ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidur hingga terdengar tarikan nafasnya, kemudian beliau bangun dan shalat tanpa berwudlu terlebih dahulu." Ath Thanafusi berkata: Waki' berkata: "Maksudnya bahwa beliau dalam keadaan sujud."

Sunan Ibnu Majah Nomer 467