Sunan Ibnu Majah

الطهارة وسننها

Kitab Thoharoh dan Sunnah-Sunnahnya

ما جاء في النهي للحاقن أن يصلي
Larangan orang yang menahan kentut untuk shalat

سنن ابن ماجه ٦٠٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلْيَبْدَأْ بِهِ

Sunan Ibnu Majah 608: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah berkata: telah memberitakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Abdullah bin Arqam ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin buang hajat dan iqamah telah dikumandangkan, maka hendaklah ia mendahulukan buang hajatnya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 608