Sunan Ibnu Majah

إقامة الصلاة والسنة فيها

Kitab Mendirikan Sholat dan Sunnah yang Ada di Dalamnya

ما يستر المصلي
Sesuatu yang dipasang oleh orang yang sedang shalat sebagai sutrah (pembatas)

سنن ابن ماجه ٩٣٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَصِيرٌ يُبْسَطُ بِالنَّهَارِ وَيَحْتَجِرُهُ بِاللَّيْلِ يُصَلِّي إِلَيْهِ

Sunan Ibnu Majah 932: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dari Ubaidullah bin Umar berkata: telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari 'Aisyah ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mempunyai tikar yang dibentangkan di siang hari, dan menggulungnya (seperti batu) di malam hari, lalu shalat menghadap ke arahnya. "

Sunan Ibnu Majah Nomer 932