سنن ابن ماجه ١٢٩٥: حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى يَوْمَ عِيدٍ أَوْ غَيْرَهُ نُصِبَتْ الْحَرْبَةُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ مِنْ خَلْفِهِ قَالَ نَافِعٌ فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الْأُمَرَاءُ
Sunan Ibnu Majah 1295: Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id berkata: telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Ubaidulah dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata: "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di hari ied atau selainnya, beliau menancapkan tombak kecil di depannya, lalu beliau shalat menghadapnya sementara orang-orang di belakangnya. " Nafi' berkata: "Hal itu juga dilakukan oleh para umara (pemimpin-pemimpin). "
Sunan Ibnu Majah Nomer 1295