Sunan Ibnu Majah

الصيام

Kitab Puasa

ما جاء في القبلة للصائم
Mencium bagi orang yang berpuasa

سنن ابن ماجه ١٦٧٥: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ شُتَيْرِ بْنِ شَكَلٍ عَنْ حَفْصَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ

Sunan Ibnu Majah 1675: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Muhammad keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Muslim dari Syutair bin Syakal dari Hafshah berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencium di saat puasa. "

Sunan Ibnu Majah Nomer 1675