Sunan Ibnu Majah

الصيام

Kitab Puasa

في المعتكف يلزم مكانا من المسجد
Melazimi suatu tempat dalam masjid saat iktikaf

سنن ابن ماجه ١٧٦٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عِيسَى بْنِ عُمَرَ بْنِ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا اعْتَكَفَ طُرِحَ لَهُ فِرَاشُهُ أَوْ يُوضَعُ لَهُ سَرِيرُهُ وَرَاءَ أُسْطُوَانَةِ التَّوْبَةِ

Sunan Ibnu Majah 1764: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata: telah menceritakan kepada kami Nu'aim bin Hammad berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Isa bin Umar bin Musa dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila melakukan i'tikaf kasurnya dibentangkan, atau tempat tidurnya diletakkan di belakang tiang At taubah.

Sunan Ibnu Majah Nomer 1764