Sunan Ibnu Majah

النكاح

Kitab Nikah

تزويج العبد بغير إذن سيده
Menikahnya seorang budak tanpa izin dari sang tuan

سنن ابن ماجه ١٩٥٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَصَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مَالِكُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مَنْدَلٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا عَبْدٍ تَزَوَّجَ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيهِ فَهُوَ زَانٍ

Sunan Ibnu Majah 1950: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Shalih bin Muhammad bin Yahya bin Sa'id keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan Malik bin Isma'il berkata: telah menceritakan kepada kami Mandal dari Ibnu Juraij dari Musa bin Uqbah dari Nafi dari Ibnu Umar ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Budak mana saja yang menikah tanpa seizin tuannya, maka ia adalah pezina."

Sunan Ibnu Majah Nomer 1950