Sunan Ibnu Majah

التجارات

Kitab Perdagangan

النهي عن كسر الدراهم والدنانير
larangan memecah dirham dan dinar

سنن ابن ماجه ٢٢٥٤: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَسُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَهَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ قَالُوا حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ فَضَاءٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْرِ سِكَّةِ الْمُسْلِمِينَ الْجَائِزَةِ بَيْنَهُمْ إِلَّا مِنْ بَأْسٍ

Sunan Ibnu Majah 2254: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Suwaid bin Sa'id dan Harun bin Ishaq mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir bin Sulaiman dari Muhammad bin Fadla dari Bapaknya dari Alqamah bin Abdullah dari Bapaknya ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang memecah mata uang kaum muslimin yang tersedia di antara mereka kecuali karena bahaya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2254