Sunan Ibnu Majah

التجارات

Kitab Perdagangan

بيع العرايا بخرصها تمرا
Jual beli al araya dengan cara mentaksirnya dengan kurma kering

سنن ابن ماجه ٢٢٦٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْخَصَ فِي بَيْعِ الْعَرِيَّةِ بِخَرْصِهَا تَمْرًا قَالَ يَحْيَى الْعَرِيَّةُ أَنْ يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ ثَمَرَ النَّخَلَاتِ بِطَعَامِ أَهْلِهِ رُطَبًا بِخَرْصِهَا تَمْرًا

Sunan Ibnu Majah 2260: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh berkata: telah memberitakan kepada kami Al Laits bin Sa'd dari Yahya bin Sa'id dari Nafi' dari Abdullah bin Umar Bahwasanya ia berkata: telah menceritakan kepadaku Zaid bin Tsabit berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memberi keringanan jual-beli kurma muda yang masih dalam pohon dengan ditukar kurma matang (siap santap). Yahya berkomentar, "Maksud 'Ariyah ialah, seseorang membeli kurma matang (siap santap) dengan alat tukar kurma mentah yang masih dalam pohonnya dengan taksiran yang sepadan, karena kurma itulah makanan keseharian keluarganya.

Sunan Ibnu Majah Nomer 2260