Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

القضاء بالشاهد واليمين
Memutuskan hukum dengan adanya saksi dan sumpah

سنن ابن ماجه ٢٣٦٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا جُوَيْرِيَةُ بْنُ أَسْمَاءَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ عَنْ سُرَّقٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَازَ شَهَادَةَ الرَّجُلِ وَيَمِينَ الطَّالِبِ

Sunan Ibnu Majah 2362: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata: telah memberitakan kepada kami Juwairiyah bin Asma berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid -mantan budak Al Munba'its- dari seorang penduduk Mesir dari Surraq berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperbolehkan persaksian seorang lelaki dan sumpah orang yang menuntut."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2362